Mundur atau Tempur?
Diujung malam nan
jauh dari keramaian, terdengar suara indah & merdu dari beberapa sudut
kampung ini. Barat, timur, selatan, juga utara, terisi dengan alunan-alunan
suara indah dari orang-orang yang masih peduli akan malam nan indah ini. Meski
awan hitam langit yang masih bersatu padu tak jelas arah akan kemana, namun
mereka masih tetap melantunkan ayat-ayat suci hingga malam hari.
Malam itu, Ramon
yang duduk diteras rumah dengan ditemani oleh secangkir minuman sirup dingin,
juga beberapa elektronik yang ia pegang setiap harinya sebagai teman dalam
kehidupan, karna bagi ramon bukanlah seorang cewe yang tak membuat ia tak bisa
hidup tapi tanpa kuota lah yang ia rasakan seperti mati setengah nyawa.
Sudah berapa
lamanya semenjak kehilangan angel dan shinta, berbedalah kehidupan ramon dengan
yang terdahulu kala ia masih memiliki angel. Namun ia beruntung, sudah beberapa
minggu ini ada seorang yang bisa sedikit membuat ia hampir kembali ke masa yang
dahulu lantaran datangnya seorang bernama Fitri. Ia tak habis pikir, ternyata mungkin
ini adalah rencana tuhan yang indah, juga yang orang sering katakan oleh
orang-orang bahwa “habis gelap terbitlah terang”
Dimulai dari
kedatanganya, perkenalanya, hingga candatawa kebahagianya, ramon dan fitri
hampir tak mengenal waktu ketika mereka sudah bersatu bercampur dalam medsos.
Karna hal tersebut, terbesit dalam pikiran ramon yang mulai kembali munculnya harapan
yang akan ia bawa untuk mencapai kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya.
Fitri yang ia temui bukanlah fitri yang seperti artis sinetron terdahulu. namun
fitri yang sekarang adalah fitri yang sangatlah diluar dugaan. Cantik, baik,
jujur, bahkan ia seringkali bisa membuat ramon tertawa meski semua tau ramon
bukanlah orang yang mudah sekali terbawa rayuan candatawa oleh teman-temannya.
Sejak awal memulai
perkenalan dengan fitri, ramon sudah bertekad ia hanya ingin menjadikan fitri
sebagai teman keseharianya, teman candatawanya, agar ia tak lagi merasa
kesepian apalagi belakangan ramon baru saja mendapat sebuah kejutan dari dua
orang yang sudah mengecawaknya, ia tak ingin lagi larut dalam pikiran yang
hanya jalan ditempat, berharap kedatangan fitri dapat sedikit untuk tidak lagi
memikirkan apa yang sudah terjadi.
Singkat cerita…
sudah hampir 1 bulan tak terputus komunikasi yang mereka bangun, ramon sangat
bersyukur kepada tuhan yang telah memberikan sebuah kiriman pada bulan suci ini
yang sangat indah sekali bagi ramon, walau ia tak pernah bertemu, tak pernah
sepenuhnya mengatahui namun ia yakin apa yang sejauh ini ramon komunikasi
dengan dia, ramon yakin bahwa fitri orang yang sesuai apa yang ia pikirkan.
Suatu malam.. Akhirnya.. entah mengapa tekad yang ia ingin kan
diawal perkenalan berubah menjadi lebih
ingin dari apa yang awaal ia tekadkan. Namun sayang.. ramon masih belum percaya
sepenuhnya tentang hati fitri, melihat dari berbagai kabar yang ia terima, juga
dari curahan yang fitri sering tuliskan ramon tak yakin bahwa fitri sedang
belum memiliki kedekatan hati.
Sering kali ramon
yakin dari apa yang fitri ucapkan bahwa fitri sedang tidak memiliki bahkan
fitripun menyangkal jika ia sedang dekat dengan seorang. Namun melihat kabar
yang baru saja lihat tampak ramon sepakat & yakin bahwa fitri sedang
mempunyai kedekatan hati dengan oranglain. disitulah yang membuat ramon mulai
sedikit bingung, entah apa yang harus ramon lakukan, satu sisi ia tak ingin
mengganggu kedekatan fitri dengan seorang yang sudah fitri sering tulis dalam
curahan hatinya, disatu sisi pula ia tak ingin meninggalkan fitri. Diantara
pilihan itu hanya ada dua pilihan yang harus ramon tentukan, MUNDUR ATAU
TEMPUR??? Mundur jika ia menghormati kedekatan fitri dengan orang lain, atau
Tempur jika ia tak ingin meniggalkan fitri. Pilihan sulit bagi ramon, Tetapi
karna sering dikatakan oleh guru besar ramon bahwa “mundur terhormat demi
kebahagiaan orang yang ia sayang lebih baik daripada tempur demi merusak
kebahagiaan orang yang ia sayang”
Hingga saat ini ramon belum menentukan mana yang ia pilih, namun
sejatinya ramon adalah orang yang tak mungkin akan menyakiti orang yang ia sayang.
Mundur atau Tempur itu tak akan jauh berbeda, keduanya sama-sama pasti akan
menyakiti orang yang ia sayang, yaitu fitri. Maka dengan segenap kerendahan
hati ramon, ia akan menunggu jawaban yang sebenarnya dari firti, ia akan
menunggu kejujuran yang akan fitri katakan, demi terciptanya sebuah keputusan
yang sama-sama bahagia.
Selesai….

Fitri itu suka Ramon tau
BalasHapus