KEJUTAN DIMALAM NAN INDAH
Dengungan itupun sudah memanggil, saatnya semua orang untuk
berjalan menuju tempat pemanggilan. Satu persatu dari mereka sudah beranjak
dari tempat mereka masing-masing menuju tempat untuk melaksanakan kewajiban.
Sembari berjalan mereka banyak memancarkan rasa senyum terpancar indah di
wajahnya, tak terkecuali sang lelaki yang baru saja datang ikut berkumpul
dengan yang lainnya. Lelaki itu seperti biasa ia adalah Ramon. Ramon dan yang
lainnya langsung mengambil sebilas air untuk usapkan pada wajahnya agar sah
untuk melaksanakan
sholat. Setelah sholat hati ramon begitu tenang, tentram,
dan itu adalah bukti bahwa indahnya ketika mendekatkan diri kepada sang kuasa.
Tanpa disadari malam itu ternyata bukanlah malam2 sperti biasanya, tetapi itu
adalah malam indah malam tutupnya buku amalan semua manusia dimuka bumi. Ya,
itu adalah malam nisyfu sayaban.
Tak hanya lelaki
yang merayakan indahnya nisyfu sayban, tetapi baris belakangpun banyak
perempuan yang ikut merayakanya. Banyak diantara mereka yang mengucapkan permohonan
maaf kepada sang kuasa dan juga sesama teman-temanya, tak terkecuali Ramon yang
saat itu berada di tempat bersama orang yang pernah ada di hatinya beberapa
minggu yang lalu, sebut saja dia Angel. Ramonpun meminta maaf dengan setulus
hati, dengan keikhlasan yang tumbuh dalam hatinya. Dia tak ingin seorang yang
pernah ada dihatinya itu, membeci atau bahkan memutus tali silaturahmi denganya
setelah dia tak ada ikatan lagi. Dengan penuh rasa bahagia, secercah harapan
pun kembali tumbuh dalam pancaran indahnya senyuman ramon yang kala itu dapet
kembali bertemu dengan orang yang pernah ada dihatinya walapun tak ada lagi
ikatan yang terselubung dia anatara mereka. Tetapi karna rasa sayangnya yang
benar-benar tumbuh di dalam hatinya dia memutuskan untuk mendekatinya.
Setelah beberapa
saat bertatap muka, kini saatnya ramon pergi bersama yang lainnya karna acara
bersama dengan teman-teman akan segera dimulai walaupun pada sejujurnya ramon ingin
lebih lama berada didekat Angel dan bahkan ramon ingin mengungkapkan bebarapa
hal kepadanya, namun apadaya Ramon mengerti tak mungkin dia akan memberi waktu
kepadanya untuk itu.
Saat langit sudah
lebih menghitam, air sendu yang turun membasahi atap bangunan megah ini acara
kami semua sudah dimulai, Ramon dan teman-temanya merayakan indahnya malam
acara ini. Namun mungkin kita harus ingat dengan pepatah, bahwa keindahan yang
datang itu akan ada saatnya pula ketidak indahannya datang pada saat itu. Dan
Benar, keindahan yang datang pada saat
itu, dihampiri pula Ramon dengan ketidak indhanya. Apakah itu??? Yaa mungkin
bagi semua orang ini akan terlihat biasa saja atau bahkan tak ada gunanya tapi
tidak untuk ramon, di benar-benar merasakan betapa perihnya hati dia, betapa
hancurnya harapan dia, dan bahkan ramon menganggap secercah harapan masa depan
itu sudah terkubur bersama impiannya. Mengapa dengan Ramon??? Dia mendengar
dari salahsatu kerabatnya yang saat itu ikut juga dalam acara tersebut, sang
kerabat mengatakan bahwa angel sudah dimiliki oranglain, bahkan yang memiliki
itu adalah seorang yang ada di acara tersebut. Ramon tak percaya dengan hal
itu, karna Ramon sudah tau bahwa sang kerabat itupun sering bercanda setia hari
dengannya.
Dengan pikiran
yang ambigu, Ramon dan sang kerabatpun keluar kamar selapas mengbrol beberapa
menit. Namun kali ini, Ramon tidak lagi mengatakan bahwa kerabatnya itu bohong,
karna benar apa yang dikatakan sang kerabat itupun sudah bukan lagi sebuah
opini yang sering kita pelajari di pelajaran Bahasa Indonesia, tp semua sudah
menjadi fakta di depan kedua bola mata Ramon, bahkan ketika mereka berdua
mencoba bermesra dihadapan ku. Dengan betapa sedihnya, kekecewanya, bahkan
hancurnya hati, Ramon bingung apa yang harus dia lakukan dan bahkan sangat
dikejutkan dengan kejadian ini Ramon yang dalam seumur hidupnya jangankan
meminum air arak, bahkan merokok pun tidak tetapi berubah drastisnya sang Ramon
yang kala itu benar-benar hancur Ramon menekatkan diri meminum arak dengan
berpikiran di akan tenang ketika semuanya terjadi. Namun pada kenyataannya,
sampai saat ini ramon masih sedikit menyisakan rasa kecewa tetapi dia sadar,
Dia
adalah seorang laki yang gagah, berani, dan bukan seorang pecundang, tak mungkin dia menangis karna sesuatu seperti
ini yang sering terjadi pada hidupnya. Akhirnya.. Ramon menititipkan surat
untuk Angel yang ntah kemana sekarang.
Dear Angel….
Bagaimana kabarmu sekarang, bagaimana kebahagiaanmu sekarang, sudah
sesuaikah apa yang kamu inginkan?? Aku tau, aku tak mungkin akan diberi waktu
untuk kita saling berdendang rindu dari diri kita masing-masing, aku tak
mungkin km tersenyum kembali untuk diriku sperti dahulu yang kita lakukan. Karna
sekarang, kamu bukan lagi milikku yang sperti dulu, km bukan lagi peri dalam
hidupku, dan km bukan lagi secercah harapan aku yg mencoba membangun masa depanku.
Angel.. Aku tau bahkan sadar ini adalah keputusan yang aku ambil,
ini adalah tanggung jawab aku untuk mengambil keputusan demi masa depan yang
cerah. Walapun Sejujurnya aku terpaksa mengambil ini. karna dulu, aku hanya mencoba
mengingatkan mu untuk tidak bermain pada kobaran cinta, tidak bermain hati dalam
cinta. Dan bahkan mencoba menyadarkan dirimu untuk bersabar dalam membangun
istana cinta kita kedepan. Angel… Aku katakan, sudah aku kenalkan dirimu pada
kedua orang tua ku saat itu, sudah aku kenalkan pada pamanku yang saat ini
berada disatu kampus sebagai pengajar, namun entahlah apa yang aku jawab ketika
mereka semua bertanya kembali mengenai dirimu. Angel… ku hormati keputusanmu
untuk bersama dia, ku relakan kau hidup sementara bersama dia, namun angel.. Begitukah
wanita, slalu mereka katakan sekecil apapun kesalahan seorang laki-laki namun
meraka tak sadar walau yang dia lakukan begitu besar kesalahanya. Aku hanya
mengikuti permainan mu, kau menginginkan kita untuk tidak sering bertemu, untuk
melupakan kenangan kita, tetapi dirimu sediri duduk manis di hadapanku bersama
orang yang kita ketahui bahwa dia suka dengan dirimu dan bahkan orang terssebut
sekarang sudah menjadi milikmu. Angel… Sadarkah dirimu apa yang dilakukan itu? Sadarkah
dirimu mengapa ini semua terjadi? Aku tak akan pernah menghilangkan jejak apa
yang pernah kau lakukan ini, aku akan kenang semuanya, dan akan kuberitahu kau
suatu saat nanti tentang apa yang dirimu lakukan dan mengapa ini semua terjadi.
Angel.. ini semua sudah terjadi, tak mungkin waktu sedetikpun akan berputar
kembali, maka dari itu jagalah dirimu baik-baik, selama aku masih bisa
bernafas, selama aku masih bisa membangun masa depan, aku tak akan pernah lupa
dengan semua tentang dirimu.
Selesai...


Komentar
Posting Komentar