MENUJU AWAL DALAM PERGURUAN TINGGI
Oleh Ilham Ramdhani,
**Larut malam yang terhiasi oleh bintang berkedip nan indah di atas
atap rumah-rumah yang berada di dusun yang terpencil, dalam benak ada sesuatu
yang mengganjal di pikiran. Yah itu sebuah pertanyaan yang berada di sebuah
pikiran. “Ada apakah hari ini???” Setelah menunggu beberapa jam akhirnya sebuah
jawaban tibalah di pikiranya, ternyata ada rasa senang bercampur sedih di dalam
hatinya. Mengapa? Ya ini adalah datangnya sebuah teks dalam Handpone kecil yang
berwarna hitam putih yang tergeletak di sebuah meja hitam berkaki empat
berselimut hijau. Entah itu dari siapa, Nomer siapa dan juga darimana. Papan
tombol yang berisikan nomer, abjad, dan beberapa tanda itu pun akhirnya mencoba
saya untuk membukanya. Setelah beberapa detik akhirnya tanda kunci dalam
handpone pun terbuka. Dari 2 mata yang berisikan sebuah bulatan berwarna hitam
pun saya mencoba melihat apa isi dalam teks yang datang dalam handpone tersebut.
Beberapa saat setalah saya mengklik salah satu tombol dalam handpone tersebut
terbukalah sebuah teks yang datang tanpa di undang itu. Jantung berdetak tidak
seperti biasanya, urat nadi pun sama, bahkan sebuah darah yang mengalir pun
seperti akan tersendat macet hehehe. Ternyata oh ternyata, benar itu sebuah
teks yang begitu membuat saya senang bercampur sedih, kenapa? Ya itu sebuah
pesan singkat yang datang dari sebuah perguruan yang saya coba untuk mencari
ilmu. “NAMA : ILHAM RAMDANI, NO URUT : 003119***. SELAMAT ANDA DI TERIMA DI
PILIHAN 2. Itulah isi dari sebuah teks yang dating tanpa di undang. Rasa senang
pun terpancar dalam hati saya yang karna saya di terima di sebuah perguruan
tinggi salah satu daerah yang ingin saya tempati namun ada sedikit bercampur
sedih dalam hati saya mungkin saya masih kurang percaya bahwa yang diterima
adalah di pilihan 2 (Manajemen-FISIP) yang tak lain bukan pilihan favorit saya
yang di pilihan 1 (Teknik Informatika). Tapi.. ya sudahlah saya terima dengan
lapang dada. saya percaya pilihan yang saya terimapun akan bisa saya maksimalkan,
saya pernah membaca dalam sebuah buku bahwa “Salah jurusan bukan berarti salah
masa depan” dan mungkin sampai sekarang kata-kata motivasi itu akan selalu
tersimpan dalam ingatannya.
Selsesai…

Komentar
Posting Komentar